LBH Buddhis Indonesia

LBH | Budiman | Advokat | Pengacara

Pansus DPR RI tentang RUU Advokat

Posted on | September 18, 2013 | Comments Off

IMG00806-20130918-0658

Kompas, Rabu, 18 September 2013 halaman 2

Anggota pansus tentang RUU Advokat, yaitu:

F-PD : Edi Ramli Sitanggang,Marcus Silanno, Ruhut Poltak Sitompul,Harry Witjaksono, Subyakto, Himmatul Aliyah Setyawati,Dhianna Anwar, Muslim.

F-PG : Aziz Syamsudin, M Ade Supriyatna, Nudirman Munir,Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ,Mahyudin, Deding Ishak.

F-PDIP : Trimedia Panjaitan, Sayed Muhammad Muliadi, Hendrawan Supratikno, M Nurdin, Ichsan Sulistio.

F-PKS : Adang Daradjatun, Nasir Djamil, dan Indra. F-PAN : Muhajir dan Herman Kadir.

F-PPP : Ahmad Yani dan Dimyati Natakusumah.

F-PKB : Chusnunia Chalim dan Bahrudin Nasori.

F-Gerindra : Desmond Junaidi Mahesa

F-Hanura : Sarifuddin Suding

 

Panitia-Khusus

Pengangkatan Advokat Diserahkan ke Organisasi

17-Sep-2013

 

Pengangkatan para advokat baru sepenuhnya akan diserahkan ke organisasi profesinya. Ini merupakan bagian penting dalam pembahasan RUU Advokat baru. Selain itu, dewan advokat juga akan dibentuk bila RUU ini sudah disahkan.

Demikian dijelaskan Anggota Komisi III DPR Ahmada Yani (F-PPP), sebelum Rapat Paripurna DPR, Selasa (17/9). RUU ini merupakan murni inisiatif DPR. dan yang paling krusial dalam membahas RUU ini nantinya adalah persoalan kode etik advokat. “Kita ingin menguatkan organisasi odvokat ini. Penguatan kelembagaan sangat penting. Yang kedua, kita juga ingin lembaga ini menjunjung tinggi kode etik. Praktek hari ini, agak susah membedakan antara advokat dan makelar,” ungkap Yani.

Seperti diketahui, progres RUU Advokat baru pada tahap pembentukan Pansus. Dan Rapat Paripurna telah mengesahkan pembentukan pansus tersebut. “Kita ingin lakukan perubahan terhadap UU Advokat. Realitasnya, UU advokat lama sudah berkali-kali diuji di MK.”

Secara sosiologis, terang Yani, organisasi advokat tumbuh begitu banyak. Dahulu, sempat ada keinginan agar ada wadah tunggal advokat. Tapi, seiring perkembangan yang ada, tidak mungkin lagi ada wadah tunggal itu. Untuk itu, perlu ada revisi atas UU Advokat. Multi-organisasi atas profesi advokat merupakan keniscayaan yang tidak bisa dibendung lagi.

Dan Komisi III sudah melakukan studi mendalam, baik literartur maupun ke instansi terkait, soal urgensi perubahan UU advokat ini. Ini evaluasi penting atas UU lama. Dan diharapkan, kontribusi advokat dalam menegakkan hukum jadi semakin jelas. “Advokat sangat penting dalam menegakkan hukum.

sumber : http://www.dpr.go.id/id/berita/pansus/2013/sep/17/6707/pengangkatan-advokat-diserahkan-ke-organisasi

Comments

Comments are closed.

  • translate

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
  • LINKS

  • Facebook :

  • Archives

  • Peta Kantor :

  • Tags